Agama juga bisa mati
Yang paling hebat dari hidup ini, adalah adanya kematian. Memang aneh bahwa kedua kata berlawan an itu selalu berdampingan. Apa yang lahir, pasti akan mati. Inilah yang abadi, bahwa setiap permulaan pasti ada akhirnya dengan demikian itu berarti bahwa semua yang lahir pasti akan mati.Jika Tuhan penyebab semua ini, maka dia pasti tidak bodoh. Tujuan dari kelahiran adalah kematian, dan diantaranya itulah yang disebut kehidupan, bukankah sama juga dengan bersanggamakan? Ada kehidupan dan juga setelah itu datanglah kematian. Tapi yang hebat dari urusan ini, cara hidupnya bisa bermacam-macam. Dimulai dengan waktu remaja, yaitu “pandangan hidup” yang berarti saling memandang saja sudah hidup. Setelah itu ada “sentuhan hidup” yang berarti bersentuhan baru hidup, dan siklus selanjutnya adalah “pegangan hidup” yang berarti dipegang baru hidup. Urutan berikut adalah dikocok, digigit, dan berakhir dengan tidak hidup-hidup alias mati total. Uraian di atas mengajarkan bahwa selalu ada siklus kelahiran, kehidupan, dan kematian. Setiap elemen dalam hidup ini punya siklus lahir dan mati. Mahluk hidup juga sama, lahir, hidup, dan mati. Batu juga punya siklus kehidupan, dimulai dari dimuntahkan oleh gunung api, kemudian menjadi batu, dan kemudian menjadi pasir. Elektron juga punya, mulai dari bertumbukannya dua partikel dasar, dan terbentuklah elektron dalam waktu sepermilyard detik. Bahan radio aktif juga punya masa hidup, uranium, misalnya punya waktu hidup sekitar 400 tahun, dan bumi sendiri punya masa hidup. Bumi dilahirkan 4 milyard tahun lalu, dan dalam 8 milyard tahun lagi, bumi akan habis ditelah oleh matahari yang akan membesar sampai mencapai bumi, dan bumi akan meleleh dalam temperatur 6000 derajat, sedangkan kita tahu bahwa besi meleleh sekitar 1000 derajat. Paham-paham juga demikian, komunisme lahir sekitar tahun 1903 di Rusia, waktu kaum Bolshevic, sebuah faksi dalam partai komunisme rusia, menggulingkan Tsar Rusia pada tahun 1917 dan Rusia kemudian tergelincir dalam komunisme yang menyengsarakan rakyat hampir 80 tahun, inilah umur terpanjang dari komunisme, dan yang tersisa sekarang hanya dua negara yaitu Korea Utara, dan Kuba, tapi bau “amerika” mulai tercium di kuba yang ber”jiran” dengannya. Kapitalisme ala amerika mulai lahir sebenarnya di Inggris, sewaktu terjadi revolusi industri di sana, dan para imigran yang ke amerika meenmukan sumber daya alam yang hebat yang menunjang proses industrialisasi, dan seiring dengan waktu lahirlah kapitalisme. Tidak ada satu gerakan yang jelas seperti lahirnya komunisme yang ditandai dengan revolusi, tapi kapitalisme sepertinya sebuah konsekuensi dari masyarakat industri. Sekali lagi, alam semesta, elektron, mahluk hidup, batu, planet, bumi, bintang, matahari, semua mempunyai kelahiran oleh karena itu semua akan berakkhir dengan kematian. Agama tidak terkecuali dalam hal ini. Hukum dari lahir-mati tidak terkecuali untuk agama. Waktu agama Tuhan Maha Esa lahir, di Mesir, sekitar 4000 tahun lalu, Nabi Musa bukan saja melahirkan bangsa Israel, tapi dia juga melahirkan konsep TUHAN MAHA ESA. Dengan lahirnya konsep satu tuhan, maka konsep DEWA-DEWA dan BANYAK TUHAN, perlahan-lahan menemui ajalnya. Dari situ, lahir agama Kristen, dan agama Islam. Jumlah yang beragama Yahudi, Kristen, dan Islam sekitar 2,5-3 milyard, sedangkan penduduk dunia sekitar 6,5 milyard. Jika jumlah 2,5 milyard itu dikurangi yang beragama KTP maka pasti lebih kurang lagi. Contoh lahir dan matinya agama dapat dilihat pada agama kristen. Lahir sekitar 2009 tahun lalu, agama kristen dibawa oleh bangsa roma ke eropa yang pada waktu itu menjajah daerah palestina dan sekitarnya. Eropa larut dalam euphoria agama kristen, dan ekstrimnya terjadi sekitar 500 tahun lalu di Spanyol, sewaktu setiap orang yang tidak mau memeluk agama katolik, maka dia akan dibakar hidup-hidup di alun-alun kota. Kebodohan ini bukan yang pertama, dan itu terjadi sekitar 1100 tahun lalu, sewaktu Paus Urbanus, memprovokasi seluruh raja-raja di Eropa untuk mengirim bala tentara ke Yerusalem karena seorang raja mesir membakar sebuah gereja di Yerusalem. Kota ini banjir darah dalam arti sesungguhnya sampai selutut, dan diperlukan seorang Sultan Salahudin untuk membebaskan negara-negara muslim dari kebengisan pasukan berkuda dengan lambang salib itu. Saat ini di eropa, gereja-gereja jadi museum dan ditutup satu persatu. Dulunya, banyak pastor-pastor bule datang ke indonesia, sekarang malah pastor indonesia yang jadi pastor di negara eropa, karena di perancis contohnya setiap tahun hanya ada 6 orang perancis yang mau jadi pastor. Selama kurun waktu Paus Johanes Paulus II, umat katolik berkurang sebanyak 20 persen. Taksiran saya, agama kristen akan musnah total dalam 100 tahun. Ambil contoh dalam keluarga saya sendiri, bersaudara lima orang, sampai SMA masih rajin ke gereja setiap minggu, dan rupanya saya menginjak gereja terakhir tahun 1986, dan sisa satu orang yang ke gereja tiap minggu. Lantas apakah orang eropa yang tidak lagi bergereja menjadi tidak bermoral?, banyak pencuri, banyak rampok, banyak seks bebas, banyak korupsi? Tidak juga, malah disana, lebih kurang pencuri, lebih kurang rampok, lebih kurang seks bebas, dan yang pasti lebih kurang korupsi, itu yang paling jelas dan nyata. Kelihatannya, kalau umur manusia sekitar 70-80 tahun, maka umur agama sekitar 2500-3000 tahun. Apa yang lahir pasti akan mati, dan pada waktu sesuatu mati, maka yang lain akan lahir, dan kelihatannya agama baru untuk masa akan datang bernama ILMU. Benarkah…….. Sumber:K OMPAS.Com
Langganan:
Entri (Atom)





0 komentar:
Poskan Komentar
Opss...
Sebelum meninggalkan coment, silahkan isi dulu kolom dibawah...